MAJU TERUS PENYULUH PERTANIAN

Sertifikasi

Pernak Pernik Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian 2011

Komponen PTT Kedelai

Penerapan PTT Kedelai Meningkatkan produksi dan Pendapatan Petani

Legowo

Tata tanam jajar Legowo Menambah Populasi dan Meningkatkan Produksi

Jumat, 23 Desember 2011

Budidaya Bayam dan Manfaatnya


BUDIDAYA BAYAM
(Amaranthus sp.)

1. Manfaat Tanaman
-          Meningkatkan kinerja ginjal & melancarkan pencernaan.
-         Membersihkan darah sehabis bersalin, memperkuat akar rambut serta mengobati tekanan darah rendah, kurang darah (anemia) dan gagal ginjal.
-    Mencegah hilangnya pengelihatan akibat usia yang menua (macular degeneration), penyakit kanker, katarak dan bayi lahir cacat.
-          Sumber lutein dan folate yang hebat, yang membantu mencegah penyakit jantung & bayi yang lahir cacat.
-       Kandungan folic acid yang ada di bayam juga mampu melindungi otot jantung dari meningkatnya kadar glukosa yang mudah larut dan mengandung B9. Vitamin ini biasanya menjadi suplemen bagi perempuan yang mengandung untuk melindungi bayi dari cacat pada bagian syaraf.
-      Mengurangi pembentukan batu empedu sebab bayam kaya magnesium di samping ikan, kacang almon kering, alpukat, pisang, kismis.
-       Sayur bayam juga memberikan zat besi pencegah anemia namun zat besi di dalam bayam tidak mudah diserap.

2. Kultivar
Kultivar  bayam mempunyai nilai komersial yang tinggi diantaranya  Cummy, Green Lake, Tark, Strayful. Selain itu dikenal juga varietas lokal seperti  Giti merah, Giti hijau, Cimangkok, Kuningan, dan Sukamandi.
3. Syarat tumbuh
-       Tumbuh baik di daerah  dataran tinggi, tetapi dapat hidup di dataran rendah.
-       Menghendaki tanah yang subur dan gembur.
-       Derajat kemasaman (pH) 6-7.
4. Penanaman
-          Pengolahan tanah untuk bayam tahunan lebih dalam dari pada untuk bayam cabut.
-          Saat pengolahan tanah terakhir perlu  dilakukan pemupukan dasar.
-     Buat bedengan dengan ukuran 1 m x 5 m.  Diantara bedengan dibuat parit untuk memudahkan penyiraman.
-          Sebelum benih ditabur perlu dicampur dengan abu dengan perbandingan 1 bagian benih + 10 bagian abu untuk penaburan benih merata & tidak bertumpuk-tumpuk.
-          Buat larikan untuk penaburan benih,  dengan jarak antar baris sekitar 20 cm.
-          Kebutuhan benih untuk 1 hektar  pertanaman sekitar 5-10 Kg.
-          Benih yang sudah ditabur ditutup tipis dengan tanah secara merata
-          Setelah penanaman disiram dengan emrat  setiap pagi dan sore kecuali turun hujan.
5. Pemeliharaan
-     Kegiatan pemeliharaan meliputi  penyiangan, pengemburan, pemberian pupuk susulan dan pengendalian hama/penyakit.
-     Penyiangan dan penggemburan dilakukan 2 minggu setelah tanam selanjutnya dua minggu sekali
-     Pemupukan bergantung pada kesuburan tanah, sebagai acuan dapat menggunakan patokan n sebagai berikut:
Umur
Kg/ha/Musim
pH
Urea
ZA
SP-36
KCl
Sebelum tanam
56

250
90
6,5
3 MST
56


90


MST = Minggu setelah tanam

6. Pengendalian Penyakit
Penyakit Downy mildew
-       Gejala;  daun bagian atas menguning, daun bagian bawah berwarna hijau keunguan dan akhirnya berwarna cokelat.
-       Serangan umumnya  timbul bila ditanam pada musim hujan dan dingin.
-       Pencegahan dapat dilakukan dengan memetik daun yang diserang.
-       Pengendalian  dengan menggunakan fungisida sesuai petunjuk pada label
Penyakit Spinach blight (oleh Virus Mozaik cucumber )
-         Gejala:  daun menyempit, mengecil, menggulung dan berkerut. Permukaan daun berwarna kuning biasanya menyerang daun muda.
-       Pencegahan dilakukan dengan penyiangan gulma dan penyemprotan lalat pembawa virus menggunakan  insektisida.
-            Tanaman yang terinveksi harus segera dimusnahkan
Penyakit noda daun (leaf spot)
-     Gejala :  noda cokelat pada setengah bagian daun, noda kemudian meluas sehingga menghancurkan daun.
-     Agar tidak meluas tanaman terserang harus segera dimusnahkan.
-     Pencegahan dengan pemberian kapur pada saat pengolahan tanah terutama pada tanah yang kekurangan Mn  dan menyemprot  tanaman  yang belum diserang dengan fungisida.
-   Gangguan dapat disebabkan oleh kekurangan unsur Mn, sehingga  penanggulangan dapat dilakukan dengan pemberian pupuk yang mengandung Mn
7. Pemanenan.
-          Bayam cabutan : penjarangan dilakukan 20 HST kemudian hari ke-25, 30 dan seterusnya hingga semua selesai panen.
-      Bayam tahunan : penjarangan pada hari ke-20 sehingga menghasilkan jarak tanam 50 x 40 cm panen dilakukan sekitar 3 MST caranya pucuk-pucuk daun atau pada ujung-ujung cabang telah dipetik. Selanjutnya pemanenan dilakukan sewaktu-waktu bila di perhatikan.

Sabtu, 17 Desember 2011

Budidaya bawang merah dan manfaatnya


BAWANG MERAH
(Allium ascalonicum L.)
   1. Manfaat
Ø   Minyak mudah menguap yang terkandung dalam air bawang merah berguna untuk membunuh sebagian besar mikroba staphylococci, demikian juga mikroba streptococci  penyebab  penyakit radang pada toraks dan kerongkongan.
Ø    Dapat juga membunuh mikroba diphtheria, amuba disentri dan mikroba TBC dalam waktu singkat.
Ø    Uap bawang merah bisa digunakan untuk membersihkan luka dan menyembuhkannya.
Ø    Dapat mengaktifkan gerakan lambung.
Ø   Mengunyah bawang merah selama beberapa menit dapat membersihkan mulut dari mikroba termasuk mikroba diphtheria.
Ø   Menghirup bau bawang merah atau memakannya dapat menyebabkan minyak masuk ke dalam darah manusia dan membunuh mikroba yang bisa menyebabkan penyakit.
Ø   Bawang merah juga memiliki unsur yang mirip dengan hormon insulin yang dapat membantu mengurangi kadar gula dalam darah.
Ø   Mengonsumsi bawang merah yang masih mentah maupun sudah masak dicampur dengan keju dapat meminimalisir terjadinya pembekuan darah.
Ø   Untuk mengobati batuk rejan dan radang paru dengan menggunakan bawang merah sebagai kompres di atas dada. Jika diletakkan di atas ginjal dan kantong kemih, bisa menyembuhkan susah buang air kecil. Jika diletakkan di atas kedua telapak kaki, maka dapat menyembuhkan gangguan pada fungsi pengaturan darah. Jika diletakkan di atas luka, dapat  mengeluarkan nanah dan darah kotor. Cara membuat kompresan dari bawang ini adalah dengan memotong-motong bawang merah menjadi beberapa potongan kecil lalu dipanaskan. Setelah itu, diletakkan di daerah yang hendak diobati, kemudian diikat dengan kain. Lakukan penggantian perban setiap 12 jam.
Ø   Potongan-potongan bawang merah bisa digunakan juga untuk mengobati mata ikan pada kaki, yaitu dengan cara membubuhkan potongan-potongan bawang tersebut di sekitar mata ikan pada sore hari sampai pagi hari. Ulangi hal tersebut sampai terlepasnya kalu atau mata ikan dari kaki, lalu cuci dengan air hangat dan sabun.
Ø  Air bawang merah digunakan untuk pembalut pada bagian anggota tubuh yang terpotong untuk menghilangkan rasa sakit.
Ø   Bawang merah apabila ditumbuk dan didihkan dengan minyak zaitun bisa digunakan untuk mengobati pecah-pecah pada puting dan wasir.
Ø   Seduhan bawang merah ini dapat digunakan untuk menghilangkan cacing pada anak-anak, yaitu dengan cara menyeduh potongan-potongan bawang merah dan memasukkannya ke dalam air dan disimpan sepanjang malam, lalu pada siang hari diminumkan kepada anak setelah dicampur dengan madu. Ulangi proses tersebut setiap pagi hingga cacing benar-benar keluar seluruhnya.
Ø     Bawang merah juga bisa menghilangkan cacing di lambung dan mengobati wasir dengan cara membuatnya sebagai obat pencahar dari bawang merah yang telah dipanaskan sekitar kurang lebih 3 menit dalam 1 liter air. Dalam hal ini gunakan bawang merah yang ukurannya sedang agar bisa dimasukkan ke dalam anus.
Ø   Menghirup aroma bawang merah dapat mengobati rasa pusing dan pingsan. Sebab baunya sangat menusuk sehingga dapat merangsang peredaran darah dan fungsi pernapasan. Demikian juga fungsi-fungsi saraf sehingga bawang merah dapat digunakan sebagai pertolongan pertama pengganti  amoniak
2. Cultivar:
Sumenep, Lokal Brebes, Ampenan, Tanduyong, Ilocos.
3. Pemilihan bibit
Bibit bawang merah dipilih yang sehat : warna mengkilat, kompak/tidak keropos, kulit tidak luka dan telah disimpan 2-3 bulan setelah panen.
4. Persiapan lahan
-          Buat bedengan dengan lebar 0,9-1 m
-          Diantara bedengan dibuat parit dengan lebar 0,6 m dan dalaman 0,5 m,
-          Pada lahan kering kedalaman parit dibuat lebih dangkal.
-          Tanah diatas bedengan dicangkul atau dibajak sedalam 20 cm sampai gembur.
-          Jarak tanam bawang merah pada musim kemarau 15 x15 cm atau 15x20 cm, sedang pada musim hujan 15x20 cm atau 20x20 cm .
-    Jika pH tanah kurang dari 5,6, diperlukan pengapuran dengan menggunakan Kaptan atau Dolomit sekurang-kurangnya 2 minggu sebelum tanam dengan dosis 1-1,5 ton/ha.
-       Sebarkan pupuk kandang sebanyak 15-20 ton/ha atau kompos matang sebanyak 5-10 ton/ha dan diaduk rata pada lapisan olah 1 minggu sebelum tanam.
5. Penanaman
-          Jika umur simpan bibit yang akan ditanam kurang dari 2 bulan, dilakukan pemotongan ujung umbi kurang lebih 0,5 cm untuk memecahkan masa dormansi dan mempercepat pertumbuhan tanaman.
-          Bibit ditanam dengan cara membenamkan seluruh bagian umbi.
6. Pemeliharaan
Penyiraman
Penyiraman perlu dilakukan sesuai dengan umur tanaman :
-       Umur 0-10 hari, 2x /hari (pagi dan sore hari),
-       Umur 11-35 hari, 1x/hari (pagi hari),
-       Umur 36-50 hari, 1x/hari (pagi atau sore hari).
Pemupukan
-          Pemupukan dasar dilakukan pada saat tanam
-          Pemupukan susulan dilakukan pada umur 14 hari dan umur 35 hari setelah tanam.
-          Jenis pupuk buatan yang diberikan adalah Urea, ZA, SP-36,
-          Pupuk diaduk rata dan diberikan di sepanjang garitan tanaman.
-          Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan sebagai berikut:
Umur
Kg/ha/Musim
Target pH
Urea
ZA
SP-36
KCl
Sebelum tanam
47
100
311
56
6,5
2 MST
93
200

112

4 MST
47
100

56



Penyiangan
Dilakukan minimal dua kali/musim, yaitu menjelang pemupukan susulan.
Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (HPT)
Pengendalian hama penyakit tanaman dilakukan bila terlihat gejala adanya serangga atau penyakit. Untuk mengendalikannya semprotkan insektisida, fungisida atau bakterisida sesuai dosis yang dianjurkan atau mencabut tanaman terserang dan membakarnya .
7. Panen dan Pasca Panen
Ø  Bawang merah untuk keperluan konsumsi, dipanen apabila  60-70% daun telah rebah,
Ø  Bawang merah yang akan digunakan untuk bibit dipanen setelah kerebahan daun lebih dari 90%.
Ø  Panen dilakukan waktu udara cerah.
Ø  Ikat  bawang merah yang telah dipanen  dalam ikatan kecil-kecil  (1-1,5 kg/ikat),
Ø  Jemur pada terik matahari selama 5-7 hari .
Ø  Setelah kering “askip” (penjemuran 5-7 hari ), 3-4 ikatan bawang merah diikat menjadi satu ,
Ø  Jemur kembali  dengan posisi penjemuran bagian umbi diatas selama 3-4 hari.
Ø  Pada penjemuran tahap kedua dilakukan pembersihan umbi dari tanah dan kotoran
Ø  Bila sudah cukup kering (kadar air kurang lebih 85%), umbi bawang merah siap dipasarkan atau disimpan di gudang





Budidaya Bawang Daun dan manfaatnya

BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.)

1. Manfaat
  • Bawang daun diketahui banyak mengandung saponin, tanin, dan minyak astiri, dengan kandungannya tersebut, bawang daun berkhasiat untuk :
  • Meredakan perut kembung, batuk, flu, sesak nafas karena flu, diuretik, diaforetik, nyeri sendi dan anti radang;
  • Menghilangkan bengkak karena bisul; 
  • Menghilangkan bebas gigitan serangga.
2. Cultivar
Fragrant, , Miranda, Freda, Lorie, Linda
3. Pembibitan dengan Persemaian
Pembibitan dari biji
  • Olah tanah sedalam 25-30 cm 
  • Taburkan kompos yang telah diayak sebanyak 2 kg/m2.
  • Buat bedengan untuk pesemaian lebar 1 m panjang sesuai kebutuhan
  • Buat naungan bedengan menggunakan atap plastik bening. Tinggi naungan 100- 150 cm di sisi Timur dan 60-80 cm di sisi Barat sehingga pesemaian memperoleh sinar matahari pagi yang lebih banyak.
  • Buat larikan untuk penaburan benih sedalam 1 cm dengan jarak antar larikan 10 cm.
  • Taburkan benih dalam larikan dan tutup tipis dengan tanah
  • Tutup bedengan dengan daun pisang/karung goni basah.
  • Setelah berkecambah penutup dibuka.
  • Lakukan penyiraman setiap hari.
  • Umur 1 bulan tanaman dipupuk dengan pupuk daun sebanyak 1/3 - 1/2 dosis anjuran dengan cara disemprot.
  • Pindahkan bibit ke pertanaman setelah berumur 2 bulan atau tinggi tanaman sudah mencapai 10-15 cm.
Pembibitan dari Anakan
  • Pilih rumpun sehat yang telah berumur 2,5 bulan untuk dijadikan bibit.
  • Bongkar rumpun bersama akarnya, bersihkan tanah yang menempel dari akar dan daun-daun tua.
  • Pisahkan rumpun sehingga diperoleh beberapa rumpun baru, upayakan agar tiap rumpun memiliki 1-3 anakan.
  • Buang sebagian daun.
  • Simpan bibit di tempat lembab dan teduh selama 5-7 hari.
4. Pengolahan Lahan
  • Lakukan pengolahan lahan 15-30 hari sebelum tanam.
  • Bersihkan lahan dari gulma dan batuan atau kerikil.
  • Olah tanah dengan kedalaman 30-40 cm hingga gembur.
  • Buat parit untuk pemasukan dan pengeluaran air.
  • Buat bedengan selebar 80-100 cm, tinggi 30 cm dengan lebar antar bedengan 25-30 cm.
  • Taburkan 10-15 ton/ha pupuk kandang aduk sampai merata dengan tanah, 
  • Ratakan permukaan bedengan.
  • Bila pH tanah < 6.5 lakukan pengapuran dengan dosis 1-2 ton/ha kapur dolomit dicampur merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm. 
  • Pupuk tanaman sesuai dengan anjuran setempat, sebagai acuan dosis dan waktu aplikasi pemupukan sebagai berikut:







MST= Minggu Setelah Tanam

5. Penanaman
  • Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober) atau awal kemarau (Maret)
  • Penanaman dapat dilakukan secara monokultur atau tumpang sari dengan tanaman cabe, wortel dan sayuran daun lain.
  • Bila penanaman dilakukan secara tumpangsari, bibit bawang daun ditanam di antara tanaman utama yang berumur lebih lama dari bawang daun. Pada pola tumpangsari bawang daun harus sudah dipanen sebelum mahkota daun tanaman utama saling menutup
  • Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm sedalam 10 cm.
  • Bibit dari persemaian dicabut dengan hati-hati, sebagian akar dan daun dipotong.
  • Sebagian akar dari bibit dari rumpun induk juga dibuang.
  • Rendam bibit dalam larutan fungisida konsentrasi rendah (30-50 prosen dari dosis anjuran) selama 10-15 menit. 
  • Tanam bibit dalam lubang dan padatkan tanah di sekitar pangkal bibit pelan-pelan.
6. Pemeliharaan
  • Lakukan penyulaman paling lambat 15 hari setelah tanam.
  • Lakukan penyiangan sekurang-kurangnya dua kali, yaitu umur 3-4 minggu dan 6 minggu dengan menggunakan cangkul/kored.
  • Lakukan pembubunan bagian dasar tunas pada umur 4 minggu sebelum panen
  • Potong tangkai bunga dan daun tua untuk merangsang pertumbuhan anakan

Senin, 05 Desember 2011

Daftar Isi

Selasa, 13 September 2011

Talas dan manfaatnya

PENDAHULUAN
Talas merupakan tumbuhan yang 90% bagiannya dapat dimakan. Daun, tangkai daun, pelepah, umbi induk dan umbi anakan dapat dimakan. Bagian yang tidak dapat dimakan hanyalah akar-akar serabutnya.
Manfaat utama umbi talas adalah sebagai bahan pangan sumber karbohidrat.  Di Kabupaten Sorong Irian Jaya talas dimakan sebagai makanan pokok. Di daerah lain talas dimakan sebagai makanan tambahan setelah diolah menjadi macam-macam masalkan atau dimakan begitu saja sebagai talas rebus, talas kukus atau talas goreng.
Talas juga dapat diambil tepungnya untuk dipakai sebagai pengganti tepung terigu. Di Filipina dan Columbia talas dibuat kue-kue, sedangkan di Brazil dijadikan roti.
KANDUNGAN GIZI
Talas mengandung karbohidrat yang tinggi, protein, lemak dan vitamin.
Kandungan protein daun talas lebih tinggi dari umbinya. Pada talas bogor, talas semir dan talas bentul kandungan protein kasar berat kering daun adalah 4,24%-6,99% sedangkan pada umbinya sekitar 0,54%-3,55%.
Rasa gatal di mulut setelah makan talas disebabkan oleh kristal-kristal kalsium oksalat. Kalsim oksalat hanya menyebabkan gatalgatal tanpa gangguan lain. Zat tersebut dapat dikurang dengan pencucian banyak air
Kandungan gizi yang terdapat pada 100 gr umbi talas sebagai berikut

Kandungan gizi
Mentah
Talas rebus
Energi (kal )
120
108 kal
Protein  (gram)
1,5
1,4 gram
Lemak (gram)
0,3
0,4 gram
Hidrat arang total gram)
28,2
25,0 g
Serat gram
0,7
0,9 g
Abu  gram
0,8
0,8 g
Calsium  mg
31
47 mg
Phospor  mg
67
67 mg
Zat besi  (mg)
0,7
0,7 mg
Karoten total
0
0
Vitamin b (mg)
0,05
0,06 mg
Vitamin c (mg)
2 mg
4 mg
Air  (gram)
69,2
72,4 g
Bagian yang dapat dimakan
85 %
100%
Sumber : Direktorat gizi depkes RI, 1981

MANFAAT DAN KHASIAT
Selain sebagai sumber karbohidrat pengganti beras, talas dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.  Bubur talas dapat melancarkan pencernaan sehingga dapat dikonsumsi untuk makanan bayi dengan tingkat alergi yang rendah. Bubur akar rimpang talas dipercaya sebagai obat encok, cairan akar rimpang talas dapat digunakan sebagai obat bisul.
Orang yang makanan pokoknya talas seperti orang melanesia memiliki gigi yang lebih kuat dan bagus. Hal tersebut disebabkan makan talas dapat meningkatkan kebasaan yang lebih tinggi sehingga mulut tidak masam. Kemasaman yang tinggi merupakan salah satu penyebab rusaknya gigi, sedangkan kebasaan yang tinggi memperkecil kemungkinan rusaknya gigi, sehingga gigi menjadi kuat, sehat dan bagus

KERING TALAS ASIN
Bahan : 1 kg talas, 1 ons kacang tanah, minyak goreng
Bumbu : 10 lombok merah, 10 lombok hijau, 8 bawang merah, 6 siung bawang putih, terasi, garam, lengkuas.
Cara membuat
  • Talas dikupas, dipotong tipis dan kecil
  • Cuci bersih dan goreng sampai kering
  • Bawang merah, bawang putih dan lombok dipotong kecil.
  • Bumbu kecuali dan salam dihaluskan
  • Potongan bumbu ditumis sampai kuning diikuti bumbu lain yang sudah dihaluskan
  • Masukan talas dan kacang tanah yang sudah digoreng
  • Aduk sampai rata hingga bumbu meresap
  • Tambahi sedikit kecap manis dan angkat


KRRIPIK TALAS MANIS
Bahan: 1 kg talas, 2 ons gula aren, minyak goreng seperlunya, vanili
Cara membuat
  • Talas dikupas, dicuci, dan dipotong tipis
  • Jemur di atas niru di panas matahari langsung sekitar 2 jam supaya getahnya hilang
  • Gorenglah talas dalam minyak mendidih sampai kering betul
  • Gula merah dan vanili direbus dengan ½ gelas air sampai menjadi kental
  • Masukan goreng talas kedalam gula yang sudah menjadi kental
  • Aduk sampai rata dan angkat