MAJU TERUS PENYULUH PERTANIAN

Sertifikasi

Pernak Pernik Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian 2011

Komponen PTT Kedelai

Penerapan PTT Kedelai Meningkatkan produksi dan Pendapatan Petani

Legowo

Tata tanam jajar Legowo Menambah Populasi dan Meningkatkan Produksi

Tampilkan postingan dengan label Tanaman Pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Pangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2012

Senin, 16 Januari 2012

Budidaya Buncis (Phaseolus Vulgaris) dan manfaatnya

 1. Manfaat
  • Mampu melancarkan sistem pencernaan, mencegah konstipasi
  • Menstimulasi sistem kekebalan tubuh secara alami
  • Menetralkan gula darah
  • Mengobati tukak lambung
  • Mencegah kanker usus besar
  • Mampu memperkecil resiko terkena kanker ganas


2. Cultivar
Lebat 1, Gypsy, Early Bush, Green Coat, Purple Coat
3. Penyiapan Benih
  • Benih yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu : mempunyai daya tumbuh minimal 80-85 %, bentuknya utuh, biji bernas, warna biji mengkilat, tidak bernoda coklat terutama pada mata bijinya, bebas dari hama dan penyakit, seragam dan tidak tercampur varietas lain serta bersih dari kotoran.
  • Sebelum digunakan, simpan benih pada  suhu 18-20ºC, kelembaban (RH) 50-60%, dan kandungan air benih 14%.

4. Penyiapan Lahan
Pembukaan Lahan
  • Bersihkan dengan cara mencabut gulma dengan tangan, cangkul ataupun traktor atau  secara kimia yaitu dengan menggunakan herbisida.
  • Setelah bersih, tanah dicangkul 1-2 kali sedalam 20-30 cm.
  • Taburkan pupuk kandang dan ratakan tanah yang telah diolah

Pembuatan Bedengan
  • Buat bedengan dengan ukuran panjang 5 meter, lebar 1 meter dan tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 40-50 cm.
  • Bila penanaman dilakukan di pekarangan lahan dapat dibuat guludan dengan panjang 5 meter, lebar 20 cm, tinggi 10-15 cm dan jarak antar guludan 70 cm

Pengapuran
  • Pada tanah masam, sebelum penanaman lahan perlu diberi kapur (kapur pertanian atau kapur tembok)
  • Pemberian kapur dilakukan 2-3 minggu sebelum penanaman.


5. Penanaman
Penentuan jarak tanam
  • Jarak tanam bergantung pada ketersediaan air, kesuburan tanah dan penyinaran
  • Sebagai pedoman dapat digunakan jarak tanam 20 x 50 cm atau 20 x 40 cm.

Pembuatan Lubang Tanam
  • Buat  lubang tanam dengan cara ditugal.
  • Kedalaman tugal 4-6 cm untuk tanah remah dan gembur sedangkan untuk tanah liat sekitar  2-4 cm.

Cara Penanaman
- Tanamkan  2-3 butir benih  per lubang tugal
- Setelah penanaman lubang tugal ditutup dengan tanah.
6. Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman
  • Lakukan penyulaman untuk mengganti tanaman mati atau kurang baik pertumbuhannya
  • Penyulaman dilakukan saat tanaman berumur kurang dari  10 hari setelah penanaman

Pengguludan
  • Lakukan peninggian guludan untuk menggemburkan tanah dan memperkokoh tanaman
  • Peninggian guludan dilakukan saat tanaman berumur  20-40 hari setelah tanam.

Pemangkasan
  • Pemangkasan perlu dilakukan untuk membatasi perkembangan  sulur
  • Waktu pemangasan sulur  saat tanaman  berumur 2 dan 5 minggu.

Penyiangan
  • Bila lahan banyak ditumbuhi gulma(tanaman pengganggu) lahan perlu disiang
  • Waktu penyiangan pada umur 2 minggu dan 4 minggu bergantung kondisi gulma

Pemupukan
  • Lakukan pemupukan  pada umur 14-28 HST.
  • Pupuk diberikan dengan cara ditugal atau pada larikan dengan  jarak 10-15 dari batang tanaman
  • Dosis dan waktu aplikasi pemupuk buatan disesuaikan dengan kesuburan tanah, sebagai acuan dapat menggunakan pedoman sebagai berikut:

Umur
Kg/ha/Musim
Urea
ZA
SP-36
KCl
Sebelum tanam
62

250
90
2 MST
62


45
4 MST
62


45
MST = Minggu Setelah Tanam
Pengairan
  • Bila penanaman dilakukan pada musim kemarau tanaman perlu diairi pada umur 1-15 hari dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore.
  • Bila penanaman dilakukan pada musim hujan, air yang berlebih perlu dibuang agar lahan tidak becek

Pengajiran
  • Lakukan pengajiran saat tanaman berumur 20 hari
  • Bahan ajir dapat berupa bamboo atau batang tanaman
  • Panjang ajir 2 m dan lebar 4 cm
  • Ajir dipasang secara berhadapan dan diikat menjadi satu bagian pada ujungnya..

7. Panen dan Pascapanen
Ciri dan Umur Panen
  • Pemanenan dilakukan pada saat tanaman berusia 60 hari
  • Ciri ciri tanaman buncis dapat dipanen adalah warna polong agak muda dan suram, permukaan kulitnya agak kasar, Biji dan polong belum menonjol dan polong akan mengeluarkan bunyi letupan jika dipatahkan
  • Pemanenan dilakukan secara bertahap yaitu setiap 2-3 hari sekali
  • Buncis yang bak dapat dipanen  sampai  tanaman berumur 80 hari atau sekitar 7 kali panen.

Sortasi
  • Sebelum dipasarkan, buncis perlu disortasi
  • Polong  buncis yang cacat akibat serangan hama dan penyakit, polong tua maupun yang patah akibat panen yang kurang baik, semuanya harus dipisahkan.

Penyimpanan
  • Apabila dilakukan penangguhan pemasaran, polong buncis perlu disimpan dengan baik
  • Cara penyimpanan adalah dengan sistem refrigasi (pendinginan), dengan suhu 0-4,4 °C dan RH 85-90%.
  • Ruangan penyimpanan diusahakan agar udara segar dapat beredar dan selalu berganti.




Jumat, 23 Desember 2011

Budidaya Pare dan manfaatnya


PARE (Momordica charantia L)
1. Manfaat
  • Mengurangi produksi lendir, 
  • Mengendalikan kadar gula darah, 
  • Memacu pembuangan racun dari dalam tubuh, 
  • Meningkatkan stamina dan nafsu makan. 
  • Hindari menggunakan pare dalam jus secara berlebihan atau terus-menerus, agar tidak mengganggu fungsi buah pelir memproduksi sperma
2. Kultivar
Stamina F1, Sehat F1, Purnama F1, Siam F1. 
3. Persiapan Lahan
  • Tanah dicangkul dan dibuat bedengan berukuran 1,5 -2,5 m x 30 m.Tinggi bedengan 30 cm. Jarak antar bedeng 40 – 60 cm untuk menghindari tanaman saling membelit. 
  • Taburkan pupuk kandang diatas bedengan sebanyak 10 – 15 ton, 
  • Bila tanah terlalu masam dapat dilakukan pengapuran menggunakan dolomit ( kapur) sekitar 1 – 2 ton sampai pH netral 6 – 6,5. Kapur diaduk dengan tanah sampai rata. 
  • Rapihkan bedengan dan ratakan permukaan tanah. 
4. Penanaman
  • Lakukan penugalan sesuai jarak tanam.jarak tanam yang dipakai dengan dua baris tanaman per bedeng. 
  • Jarak tanaman yaitu 0,75 x 0,75 m atau 1x1m 
  • Tiap lubang tanam di isi 2 benih per lubang. 
  • Tutup lubang dengan tanah kemudian di siram.
5. Pemeliharaan
Penyulaman 
Penyulaman dilakukan pada benih yang tidak sehat pertumbuhannya dengan benih baru. Penyulaman biasa dilakukan pada 1 MST
Pengajiran
  • Lakukan pengajiran pada 2 atau 3 MST. 
  • Ajir dapat dibuat dari bambu berukuran 2 x 200 cm, ditancapkan disisi pinggir tanaman dengan jarak 5 – 10 cm, dengan kedalaman 20 –30 cm. 
  • Sambungkan keempat ujung dengan bambu lain, 
  • Tambahkan bambu lain dalam posisi melintang sehingga membentuk kotak kotak bujur sangkar. 
Penyiangan 
Penyiangan rutin dilakukan satu minggu sekali secara manual dengan mencabuti ruput dan gulma yang tumbuh atau dengan dikored.
Pemangkasan 
  • Lakukan pemangkasan sebanyak 2 kali yaitu pada umur 3 MST dan 6 MST. 
  • Cabang – cabang dipotong dan diarahkan agar tunas tumbuh menyebar.sehingga produksi buah bisa maksimal. 
  • Pada umur 6 MST lakukan pemangkasan pada cabang tua yang tidak tumbuh lagi. 
  • Buang daun-daun tua dan cabang yang rusak, patah atau terkena serangan penyakit.
Penyiraman 
Airi pertanaman dengan mengiri parit selama beberapa jam sesuai dengan kelembaban tanah dan curah hujan.
Pemupukan 
Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan sebagai berikut : 
MST= Minggu Setelah Taam
Pembungkusan 
  • Bungkus pare muda untuk menjaga kualitas buah dan melindunginya dari serangan lalat buah dan serangga lain. 
  • Gunakan daun-daunan, kertas koran, plastic tipis untuk membungkus.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit 
  • Pengendalian HPT dilakukan seperlunya saja bila terlihat gejala adanya serangga atau penyakit terlihat. 
  • Untuk tindakan preventif dilakukan penyemprotan insektisida sesuai dosis yang tertera pada label
  • Gunakan fungisida untuk pencegahan penyakit embun bulu 
6. Panen dan Pasca panen
  • Panen pertama biasanya dilakukan 2 bulan setelah tanam atau 8 MST panen berikut setiap 1-2 minggu sekali 
  • Buah dipanen dengan menggunakan pisau atau gunting jangan dengan tangan. 
  • Pare disortir dan disusun tanpa banyak tumpukan karena mudah lecet. 

Budidaya Pakcoy

PAKCOY  (Brassica rapa cv. Pakchoy)
1. Manfaat
  • Menjaga kesehatan tulang, 
  • Menurunkan risiko kanker dan membantu mengatasi kanker, 
  • Meningkatkan kekebalan tubuh, 
  • Mengatasi lendir (dahak, ingus, dll.) Berlebihan, 
  • Menggiatkan fungsi organ pencernaan
  • Meningkatkan pembuangan racun dari dalam tubuh
2. Kultivar
Brisk green, Gracious, White-lLight 
3. Pembibitan
  • Buat bedengan untuk pesemaian
  • Taburkan benih pada permukaan bedengan lalu ditutup dengan tanah setebal 1-2 cm 
  • Lakukan perawatan dengan penyiraman menggunakan sprayer atau embrat 
  • Benih yang baik akan tumbuh setelah 3-4 hari 
  • Pindahkan bibit ke pertanaman setelah berdaun 3-5 helai (3-4 MST) 
4. Pengolahan Lahan
  • Olah tanah hingga gembur lalu dibuat bedengan, 2-4 minggu sebelum lahan ditanami 
  • Upayakan lahan harus bersih dari gulma dan tidak ternaungi 
  • Taburkan pupuk kandang sebagai pupuk dasar saat pengolahan tanah
  • Buat bedengan lebar 120 cm, panjang sesuai ukuran petak tanah, tinggi bedengan 20-30 cm, dan jarak antar bedengan 30 cm 
  • Lakukan pemupukan sesuai kesuburan tanah sebagai acuan dapat menggunakan dosis sebagai berikut: 

MST = Minggu Setelah Tanam 
5. Penanaman
  • Pilih bibit yang baik yaitu, batangnya tumbuh tegak, daun hijau segar dan tidak terserang hama atau penyakit 
  • Buat lubang tanam dengan ukuran 4-8 x 6-10 cm, 
  • Pindahkan bibit ke lubang tanam dengan hati-hati dan rapikan.
6. Pemeliharaan
  • Siram tanaman secara teratur, terutama pada musim kemarau penjarangan biasanya dilakukan pada saat 2 MST 
  • Lakukan penyulaman jika diperlukan
  • Lakukan penyiangan 2-4 kali selama pertanaman 
Hama dan Penyakit 
  • Hama yang biasa menyerang tanaman antara lain: ulat, siput, cacing, ulat Srocidolomia binotalis dan ulat Thepa javanica
  • Penyakit yang biasa menyerang ialah bakteri, virus, jamur dan gangguan fisiologi yang bisa saja terjadi 
  • Hama dan penyakit tanaman dikendalikan dengan menggunakan pestisida sesuai anjuran
7. Panen dan Pasca Panen
Pakcoy sudah bisa dipanen pada umur 30 -35 HST, tergantung pada ketinggian tempat penanaman. Semakin tinggi tempat penanaman, umur panen akan bertambah. Potong pakcoy di pangkal batangnya dengan menggunakan pisau tajam, lalu kumpulkan hasil panen di tempat pencucian. Setelah terkumpul, hasil panen dicuci dan dibersihkan dari bekas-bekas tanah sambil mengupas daun dan tangkai yang tua, kuning, berwarna, dan rusak. Tiriskan di rak-rak yang ditempatkan di ruangan yang teduh. Bila akan dijual ke supermarket perlu dikemas dengan cara mengikatnya dengan menggunakan label isolasi. Berat setiap kemasan sekitar 250-300 gr. Susun hasil kemasan secara rapi di dalam boks plastik untuk selanjutnya dikirim ke supermarket. Bila akan dijual di pasar tradisional, sayuran tidak perlu dikemas melainkan cukup dicurah saja asalkan kondisinya masih segar dan tidak rusak

Budidaya Bayam dan Manfaatnya


BUDIDAYA BAYAM
(Amaranthus sp.)

1. Manfaat Tanaman
-          Meningkatkan kinerja ginjal & melancarkan pencernaan.
-         Membersihkan darah sehabis bersalin, memperkuat akar rambut serta mengobati tekanan darah rendah, kurang darah (anemia) dan gagal ginjal.
-    Mencegah hilangnya pengelihatan akibat usia yang menua (macular degeneration), penyakit kanker, katarak dan bayi lahir cacat.
-          Sumber lutein dan folate yang hebat, yang membantu mencegah penyakit jantung & bayi yang lahir cacat.
-       Kandungan folic acid yang ada di bayam juga mampu melindungi otot jantung dari meningkatnya kadar glukosa yang mudah larut dan mengandung B9. Vitamin ini biasanya menjadi suplemen bagi perempuan yang mengandung untuk melindungi bayi dari cacat pada bagian syaraf.
-      Mengurangi pembentukan batu empedu sebab bayam kaya magnesium di samping ikan, kacang almon kering, alpukat, pisang, kismis.
-       Sayur bayam juga memberikan zat besi pencegah anemia namun zat besi di dalam bayam tidak mudah diserap.

2. Kultivar
Kultivar  bayam mempunyai nilai komersial yang tinggi diantaranya  Cummy, Green Lake, Tark, Strayful. Selain itu dikenal juga varietas lokal seperti  Giti merah, Giti hijau, Cimangkok, Kuningan, dan Sukamandi.
3. Syarat tumbuh
-       Tumbuh baik di daerah  dataran tinggi, tetapi dapat hidup di dataran rendah.
-       Menghendaki tanah yang subur dan gembur.
-       Derajat kemasaman (pH) 6-7.
4. Penanaman
-          Pengolahan tanah untuk bayam tahunan lebih dalam dari pada untuk bayam cabut.
-          Saat pengolahan tanah terakhir perlu  dilakukan pemupukan dasar.
-     Buat bedengan dengan ukuran 1 m x 5 m.  Diantara bedengan dibuat parit untuk memudahkan penyiraman.
-          Sebelum benih ditabur perlu dicampur dengan abu dengan perbandingan 1 bagian benih + 10 bagian abu untuk penaburan benih merata & tidak bertumpuk-tumpuk.
-          Buat larikan untuk penaburan benih,  dengan jarak antar baris sekitar 20 cm.
-          Kebutuhan benih untuk 1 hektar  pertanaman sekitar 5-10 Kg.
-          Benih yang sudah ditabur ditutup tipis dengan tanah secara merata
-          Setelah penanaman disiram dengan emrat  setiap pagi dan sore kecuali turun hujan.
5. Pemeliharaan
-     Kegiatan pemeliharaan meliputi  penyiangan, pengemburan, pemberian pupuk susulan dan pengendalian hama/penyakit.
-     Penyiangan dan penggemburan dilakukan 2 minggu setelah tanam selanjutnya dua minggu sekali
-     Pemupukan bergantung pada kesuburan tanah, sebagai acuan dapat menggunakan patokan n sebagai berikut:
Umur
Kg/ha/Musim
pH
Urea
ZA
SP-36
KCl
Sebelum tanam
56

250
90
6,5
3 MST
56


90


MST = Minggu setelah tanam

6. Pengendalian Penyakit
Penyakit Downy mildew
-       Gejala;  daun bagian atas menguning, daun bagian bawah berwarna hijau keunguan dan akhirnya berwarna cokelat.
-       Serangan umumnya  timbul bila ditanam pada musim hujan dan dingin.
-       Pencegahan dapat dilakukan dengan memetik daun yang diserang.
-       Pengendalian  dengan menggunakan fungisida sesuai petunjuk pada label
Penyakit Spinach blight (oleh Virus Mozaik cucumber )
-         Gejala:  daun menyempit, mengecil, menggulung dan berkerut. Permukaan daun berwarna kuning biasanya menyerang daun muda.
-       Pencegahan dilakukan dengan penyiangan gulma dan penyemprotan lalat pembawa virus menggunakan  insektisida.
-            Tanaman yang terinveksi harus segera dimusnahkan
Penyakit noda daun (leaf spot)
-     Gejala :  noda cokelat pada setengah bagian daun, noda kemudian meluas sehingga menghancurkan daun.
-     Agar tidak meluas tanaman terserang harus segera dimusnahkan.
-     Pencegahan dengan pemberian kapur pada saat pengolahan tanah terutama pada tanah yang kekurangan Mn  dan menyemprot  tanaman  yang belum diserang dengan fungisida.
-   Gangguan dapat disebabkan oleh kekurangan unsur Mn, sehingga  penanggulangan dapat dilakukan dengan pemberian pupuk yang mengandung Mn
7. Pemanenan.
-          Bayam cabutan : penjarangan dilakukan 20 HST kemudian hari ke-25, 30 dan seterusnya hingga semua selesai panen.
-      Bayam tahunan : penjarangan pada hari ke-20 sehingga menghasilkan jarak tanam 50 x 40 cm panen dilakukan sekitar 3 MST caranya pucuk-pucuk daun atau pada ujung-ujung cabang telah dipetik. Selanjutnya pemanenan dilakukan sewaktu-waktu bila di perhatikan.