Pangan Pokok Bukan Hanya Beras

Minggu, 31 Oktober 2010

BUDIDAYA KACANG TANAH DM-1



1. PENDAHULUAN
         Kacang tanah (Arachis hyogea L.) termasuk tanaman kacang-kacangan yang memiliki banyak manfaat. Sebagai bahan pangan dan pakan ternak yang bergizi tinggi, kacang tanah mengandung lemak (40,50%), protein (27%), karbohidrat serta vitamin (A, B, C, D, E dan K), juga mengandung mineral antara lain Calcium, Chlorida, Ferro, Magnesium, Phospor, Kalium dan Sulphur. Kacang tanah juga dimanfaatkan untuk industri makanan, kosmetik, bungkil, hijauan  pakan ternak, kulit polong kacang tanah juga  dipakai konsentrat dan pupuk organic. Selain itu kulit polong cang tanah juga dipercaya sebagai penurun kolesterol darah.
       Kabupaten Sumedang memiliki potensi yang cukup besar bagi pengembangan kacang tanah dan termasuk pada tiga urutan terbesar penghasil kacang tanah setelah cianjur dan garut. Varietas yang banyak diusahaan petani di Kabupaten Sumedang adalah varietas DM-1. Varietas ini merupakan varietas lokal yang berkembang di Kecamatan Situraja dan telah dirilis oleh menteri pertanian sebagai varietas unggul.
II. KENGGULAN VARIETAS DM-I
  • Produktivitas tinggi 2.00-2.50 ton/ha,
  • Memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan kacang tanah Garuda Food dan pabrik pengolahan minyak kacang,
  • Cukup toleran terhadap serangan penyakit layu bakteri (Pseudomonas solanacearum), bercak daun (Cercospora sp.) dan karat daun (Puccinia arachydis),
  • Mudah dalam pemasaran dan jaminan harga yang cukup stabil,
  • Memiliki cita rasa lebih gurih dengan rasa manis
III. LINGKUNGAN PERTUMBUHAN
  • Curah hujan 800-1.300 mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan kerontokan bunga. Selain itu, hujan yang terus-menerus akan meningkatkan kelembaban.
  • Suhu udara 28–320C, suhunya di bawah 100C mengakibatkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat, bahkan jadi kerdil dan pertumbuhan bunga kurang sempurna.
  • Kelembaban udara 65-75 %.
  • Penyinaran sinar matahari penuh
  • Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman kacang tanah adalah 500 m dpl
  • Tanah gembur/bertekstur ringan dan subur.
  • pH antara 6,0–6,5.
  • Tanah berdrainase dan beraerasi baik atau lahan yang tidak terlalu becek dan tidak terlalu kering.
 IV. TEKNIK  BUDIDAYA
A. PENYIAPAN BENIH
1.      Syarat- benih /bibit kacang tanah yang baik adalah:
  • Berasal dari pertanaman baru dan sehat
  • Diketahui asal usulnya
  • Daya kecambah tinggi (lebih dari 90 %).
  • Kulit benih mengkilap, tidak keriput dan tidak cacat.
  • Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain.
  • Kadar air benih berkisar 9-12 %.
  • Diperoleh dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih
 2.      Perlakuan Benih
  • Benih dikupas  dari polongnya
  • Benih direndam dalam air perasan daun dadap 12-24 jam kemudian ditiriskan. Biji yang direndam dalam larutan daun dadap akan berasa pahit dan tidak dimakan serangga
  • Untuk lahan yang belum pernah ditanami kacang-kacangan, benih dapat dicampur dengan rhizobium 4 gram rhizobium per kilogram benih, pencampuran dengan rhizobium dilakukan ditempat teduh kemudian benih langsung ditanam paling lambat 6 jam
3. Kebutuhan benih
Kebutuhan benih sekitar 80 kg/ha, atau dapat dihitung dengan menggunakan formula sebagai berikut:
B =a x b x c dibagi 100 x p x q 
B = bobot benih (kg) 
a = Jumlah benih/lubang; 
b = Bibit per-1000 biji (g) 
c = Luas lahan yang akan ditanam (hektar) 
p =Jarak antar barisan (m) 
q = Jarak dalam barisan (m)

B. PENGOLAHAN TANAH
  • Lahan diolah sampai gembur
  • Buat bedengan selebar 3-4 m dan saluran drainase di antara bedengan (dalam 30 cm dan lebar 20 cm).

C. PEMBERIAN PUPUK ORGANIK
Bahan organik bermanfaat untuk memperbaiki kondisi fisik, kimia, dan biologi tanah. Bahan organik berupa sisa tanaman, kotoran hewan, pupuk hijau dan kompos merupakan sumber utama pupuk organik. Pemberian pupuk organik dalam bentuk dan jumlah yang tepat berperan penting untuk keberlanjutan system produksi.
D. PENGGUNAAN BAHAN PEMBENAH TANAH
Lahan kering masam perlu diberi kapur pertanian (Dolomit/Kalsit) dengan takaran sebagai berikut :
- pH tanah 4,5-5,3 sebanyak 2,0 t kapur/ha.
- pH tanah 5,3-5,5 sebanyak 1,0 t kapur/ha.
- pH tanah 5,5-6,0 sebanyak 0,5 t kapur/ha.
Pemberian kapur dilakukan dengan cara mencampurkan dan mengaduk hingga merata pada saa pengolahan tanah (1 bulan sebelum tanam). Penggunaan pupuk kandang ayam dapat meningkatkan pH tanah
Pada tanah dengan pH >7,3, kacang tanah sering mengalami gejala klorosis akibat kekurangan besi (Fe) atau sulfur (S). Gejala klorosis dapat diatasi dengan pemberian pupuk kandang, pupuk yang mengandung Fe, atau pemberian sulfur

E. PENANAMAN
  • Populasi tanaman 160.000-250.000/ha.
  • Tanam menggunakan tugal atau mengikuti alur bajak. Jarak antar baris 40 cm dan dalam baris 10-15 cm, 1 biji per lubang
  • Setelah benih ditanam harus segera ditutup dengan tanah atau pupuk kandang yang telah masak
  • untuk menghindari gangguan hama, lubang tanaman dapat diberi insektisida Carbofuran

F. PENYULAMAN
Penyulaman dilakukan bila ada benih yang mati atau tidak tumbuh segera setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).

G. PEMUPUKAN
  • Takaran pupuk berbeda untuk setiap jenis tanah, pemupukan berdasarkan hasil analisis tanah dan sesuai kebutuhan tanaman. 
  • PUTK (Perangkat Uji Tanah Kering) dapat digunakan untuk acuan penetapan  takaran pupuk dan pembenah tanah yang diperlukan
  • Pupuk SP-36 100 kg/ha dan KCl 50 kg/ha diberikan saat tanam. Pupuk Urea 50 kg/ha pada umur 15 hari.
  • Pupuk diberikan secara ditugal 5 cm dari lubang tanam, atau dilarik di sebelah barisan tanaman, atau disebar merata sesudah tanam.
  • Setelah dilakukan pemupukan, pupuk ditutup dengan tanah
  • Penggunaan pupuk hayati seperti bakteri penambat N (Rhizobium) disesuaikan dengan kebutuhan, perhatikan waktu kadaluwarsanya.
 H. PENGAIRAN
Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau diberikan mulsa. Periode kritis tanaman kacang tanah terhadap air adalah: 
(a) Fase perkecambahan, 
(b) Fase berbunga (25- 30 hari), 
(c) Periode masuknya ginofor (bakal polong) ke dalam tanah (35-40 hari), 
(d) Periode pengisian polong (50-65 hari), dan 
(e) Menjelang panen.
Kekurangan air yang terjadi mulai fase berbunga hingga pembentukan polong dapat menurunkan hasil kacang tanah hingga 40%. Pemberian air dilakukan dengan cara mengalirkan air pada saluran drainase (di leb)

I. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Tahapan pelaksanaan pengendalian hama penyakit sbb:
 (a) Identifikasi jenis hama dan penyakit melalui pengamatan berkala,
(b) Hitung tingkat populasi hama,
(c) Tentukan tingkat kerusakan tanaman akibat hama,
(d) Terapkan teknik pengendalian Hama penyakit terpadu
Taktik dan teknik pengendalian:
(1) Gunakan varietas tahan  
(2) Usahakan tanaman sehat,
(3) Pelihara musuh alami hama
 (4) Utamakan cara pengendalian mekanik/fisik,
( 5) Gunakan bahan organic untuk pengendalian hama penyakit
 (5) Gunakan pestisida senyawa kimia buatan yang aman bila terpaksa harus menggunakan pestisida
J. PENYIANGAN.
Penyiangan berujuan untuk membuang tanaman penggangu agar tidak menyaingi kacang tanah dan menjadi sumber penularan  hama penyakit. Prinsip penyiangan sebagai berikut:
  • Penyiangan sekurang-kurangnya  dilakukan dua kali pada umur 15-20 hari dan umur 40-45 hari,
  •  Periode kritis kacang tanah terhadap tumbuhan pengganggu adalah umur 5-45 hari.
  • Penyiangan sebaiknya diselesaikan sebelum tanaman berbunga.
  • Hindari penyiangan pada periode masuknya ginofor ke dalam tanah (umur 30-35 hari)
  • Saat penyiangan tanaman dibumbun untuk menggemburkan tanah dan memudahkan masuknya ginofor (bakal polong) masuk kedalam tanah
 K. PANEN
Panen dilakukan bila 75% polong telah masak dengan ciri: kulit polong keras dan berserat, bagian dalam kulit polong berwarna coklat kehitaman, dan bila ditekan mudah pecah. Daun mengering dan rontok bukan penanda tanaman siap dipanen

L. PASCA PANEN 
  • Penanganan pasca panen yang baik akan menjamin kualitas hasil.
  • Perontokan polong dapat dilakukan secara manual atau dengan threser
  • Setelah dirontok, biji segera dijemur. Perontokan jangan ditunda hingga lebih dari 24 jam, karena polong dan biji bisa terinfeksi jamur.
  • Jika cuaca tidak memungkinkan lebih baik dijemur dalam kondisi polong belum dirontok.
  • Bersihkan polong dari kotoran.
  • Kadar air polong sebelum simpan maksimaI 10%.
  • Simpan polong di dalam wadah kedap udara dan tutup rapat.
  • untuk keperluan konsumsi, pengeringan dapat dilakukan terus-menerus hingga polong sangat ringan dan berbunyi bila digoyang-goyangkan.
  • Untuk keperluan benih, penurunan kadar air benih jangan dilakukan secara cepat dan hindari penjemuran pada suhu tinggi.
  • Simpan benih pada tempat yang sejuk, tidak lembab, dan bersih serta di atas pelet (alas kayu).



    2 komentar:

    maaf, bapak mengambil daftar pustaka tentang situraja DM1 dari mana ya pak?
    apakah bapak tahu dimana saya bisa mencari data tentang kacang tanah di tanjungsari?
    trimakasih..

    cultivar DM 1 diambil dari bahan pengusulan varietas kacang tanah yang ada di dinas pertanian atau bisa di ambil dari http://biogen.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_booklibrary&task=view&id=20&catid=95&Itemid=81. data kacang tanah tanjungsari dapat menghubungi Dinas Pertanian Kab Sumedang atau di sumedang dalam angka yang dapat diakses secara on-line

    Poskan Komentar